ARTIKEL ILMIAH

ARTIKEL ADALAH SEBUAH ESAI YANG SEBENARNYA LENGKAP DENGAN PANJANG TERTENTU YANG DIBUAT UNTUK DIPUBLIKASIKAN (MELALUI KORAN, MAJALAH, BULETIN, DLL) DAN BERTUJUAN UNTUK MENYAJIKAN IDE-IDE DAN FAKTA-FAKTA YANG DAPAT MEYAKINKAN, MENDIDIK, DAN MENGHIBUR.


TUJUAN ARTIKEL


Setiap tulisan atau cerita pasti mempunyai tujuan tertentu. Yang tujuannya dapat membuat pembaca bisa merasakan, melihat bahkan bisa hanyut dalam sebuah permasalahan yang disajikan. Bisa juga dengan tujuan agar pembaca melakukan sesuatu pekerjaan yang termuat dalam artikel tersebut.


Tujuan utama dalam membuat artikel adalah menyampaikan materi atau menerangkan sesuatu hal tertentu. Seperti contoh dalam artikel ini kita membahas mengenai apa itu artikel. Dengan menjelaskan semua rincian apa saja yang di butuhkan dalam membuat artikel itu sudah bisa dikatakan sebagai artikel.


Dalam kasus yang berbeda ada banyak sekali artikel yang tidak terorganisir atau acak adul alias acak-acakan, maka penulisan yang seperti ini tidak bisa dikatakan artikel yang baik dan benar, cara membuat artikel yang benar harus memenuhi standard penulisan seperti judul, pembuka, isi materi, penjelasan, kesimpulan dan penutup. Jika beberapa faktor tersebut kurang satu saja maka informasi yang disajikan dalam sebuah artikel akan kurang lengkap, dan tentunya harus dapat dengan mudah di pahami apa isi artikel tadi, dari tujuan hingga penyelesaian.


CONTOH ARTIKEL ILMIAH


DAMPAK BURUK JUNK FOOD UNTUK KESEHATAN TUBUH


Junk Food disebut makanan instan atau makanan cepat saji yang kini telah berkembang pesat di persaingan perusahaan makanan di Indonesia. Makanan cepat saji dinilai sebagian orang lebih efektif terhadap waktu dan mudah ditemukan. Tak hanya itu saja, makanan cepat saji juga memiliki cita rasa yang lezat ditambah lagi harganya yang terjangkau.


Makanan cepat saji sudah lama mengundang kontroversi di negara kita karena terungkapnya beberapa dampak buruk yang ia miliki. Dampak buruk itu disebabkan oleh kandungan zat-zat berbahaya di dalam makanan instan seperti lilin yang ada pada mie instan. Tak berhenti disitu, nyatanya di dalam makanan cepat saji terkandung bahan pengawet dan penyedap yang kini disebut micin.


Fenomena kata micin kini mendadak kerap digunakan para remaja hingga dewasa bila seseorang mengalami hal-hal yang kurang normal. Maksud dari hal kurang normal itu seperti seseorang yang telat berpikir, lama menjawab bila diajak bicara dan lain sebagainya. Tak dielakkan, makanan cepat saji memang mengandung zat berbahaya seperti yang telah diungkapkan di atas.


Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa keseringan mengkonsumsi makanan cepat saja memang tidak berdampak secara langsung ke tubuh. Namun, makanan-makanan cepat saji yang dikonsumsi akan tertimbun di dalam tubuh yang kemudian hari menjadi penyebab penyakit mematikan seperti kanker. Tak hanya kanker, penyakit berbahaya juga mengintai misalnya stroke, usus buntu dan penyakit ginjal. Maka bila Anda termasuk ke dalam orang yang hobi mengkonsumsi makanan cepat saja, kurangilah hal itu dan mulai sayangi tubuh serta diri Anda sendiri. Perlu diketahui bahwa salah satu kandungan di dalam makanan instan yaitu lilin sulit dicerna tubuh. Lilin itu menghancurkan prinsip kerja sistem pencernaan tubuh sehingga makanan yang mengandung lilin akan dicerna dengan waktu minimal dua hari.


Blog bisa diisi dengan apa saja. Apapun yang kita ingin tulis. Bisa informasi, ilmu pengetahuan, puisi, cerita perjalanan, pengalaman, biografi tentang seseorang, berbisnis, dan masih banyak lagi. Sesuka hatimu. Tapi ingat cantumkan sumber jika kita mengutip karya dari orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI KEPENULISAN

FONOLOGI

SEMANTIK