SINTAKSIS
Konsep dasar sintaksis yakni tatabahasa yang membahas hubungan antar kata dalam tuturan. Tuturan yang dimaksud adalah kalimat, kalimat adalah satuan yang merupakan suatu keseluruhan yang memiliki intonasi tertentu sebagai pemarkah keseluruhan itu. Sintaksis memiliki konsep dasar sebagai cabang linguistic tentang susunan kalimat dan bagiannya atau disebut juga sebagai tata kalimat dan bagiannya atau disebut juga sebagai ilmu tata kalimat dan menjadi landasan untuk menyusun konsep sehingga bisa mengutarakan gagasan yang baik secara lisan maupun tertulis. Yang meliputi secara umum memilki struktur susunan subjek, predikat, objek dan keterangan yang disebut fungsi sintaksis. Sedangkan kategrorinya itu adalah nomina, verba, adjektiva, dan numeralia.
Hubungan keterkaitan antara satu unsur dan unsur lainnya dalam unsur-unsur pembentuk sintaksis yaitu:
a) Wacana adalah satuan bahasa terbesar atau tertinggi yang berisi satu-satuan ujaran yang lengkap dan utuh dan dibangun oleh kalimat atau kalimat-kalimat yang dihubungkan secara kohesi dan kohersi.
b) Kalimat adalah satuan sintaksis yang dibangun oleh konsistituen dasar yang biasanya berupa klausa yang dilengkapi dengan konjungsi (jika diperlukan) disertai dengan intonasi final (deklaratif, interogatif, imperative, atau interjektif)
c) Klausa adalah satuan sintaksis yang berinti adanya sebuah predikat dan adanya fungsi lainnya. Maka sering dikatakan klausa adalah kontruksi yang bersikap predikatif. Dalam kluasa ini berisi runtutan kata-kata yang berkonstruksi predikatif artinya di dalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frasa yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain sebagai subjek. Dalam klausa memiliki ciri-ciri yakni tidak adanya intonasi kalimat pada kontruksinya. Jika ada intonasi maka kontruksi tersebut dinamakan kalimat.
d) Frasa adalah satuan sintaksis yang berupa kelompok kata yang posisinya tidak melewati batas fungsi sintaksis (subjek, predikat, objek dan keternagan) farasa ini merupakan satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat.
e) Kata adalah satuan terkecil yang menjadi komponen pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frasa.
CONTOH:
“Ketika Nenek di kamar, Kakek merokok di kamar, dan Kakak memasak nasi di dapur.”
a) Jumlah Kata: 11 kata
b) Jumlah Frasa: 4 jenis frasa
1. Frasa nomina yang berunsur kata benda
~Nasi
2. Frasa verbal yang berunsur kata kerja
~ merokok dan memasak
3. Frasa preposisional yang berunsur kata depan
~ di kamar dan di dapur
4. Frasa koordinatif yang berunsur inti atau setara
~Nenek Kakek
c) Jumlah Klausa : 2 klausa
1. Klausa kalimat majemuk setara( Kakek merokok di kamar dan Kakak memasak nasi di dapur)
2. Klausa atasan (Ketika Nenek di kamar, Kakek merokok)
d) Jumlah kalimat: 1 kalimat
a. Kalimat lengkap
~Kakak memasak di dapur
~Kakek merokok di kamar
CONTOH:
“Sekarang di Riau amat sukar mencari terubuk. Jangankan ikannya, telurnya pun sulit diperoleh. Kalaupun bisa diperoleh, harganya melambung. Makanya, ada kecemasan masyarakat nelayan di sana bahwa terubuk akan punah.”
Jenis kalimat berdasarkan kategori klausa:
1. Kalimat majemuk setara pertentangan (Jangankan ikannya, telurnya pun sulit diperoleh. Kalaupun bisa diperoleh, harganya melambung.)
2. Kalimat majemuk campuran bertingkat (Jangankan ikannya, telurnya pun sulit diperoleh. Kalaupun bisa diperoleh, harganya melambung. Makanya, ada kecemasan masyrakat nelayan di sana bahwa terumbuk akan punah.)
3. Kalimat nominal (Jangankan ikannya, telurnya pun sulit diperoleh.)
Komentar
Posting Komentar