SURVEY MEDIA PEMBELAJARAN
Media Pembelajaran Bukan Faktor Penentu Utama Sukses Tidaknya Proses Pembelajaran
Oleh: Lisa Rahmawati Sufyan
Deskripsi temuan di lapangan:
1. Kondisi Nyata Media Pembelajaran dan Penggunaannya
Media pembelajaran yang diterapkan di SMAN 2 Pamekasan yakni TIK dan alat peraga. Kedua media tersebut digunakan sesuai dengan setiap mata pelajaran. Media TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) merupakan sebuah media penyampaian yang bisa membantu proses pembelajaran yang bisa dilakukan jika pendidik maupun peserta didik tersambung jaringan internet dan media ini biasanya digunakan pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yaitu berupa vidio, audio dan sejenisnya yang berisi tentang penjelasan materi. Terkadang pendidik mengirimkan vidio pembelajaran ke kelas online lalu peserta didik mengunduhnya untuk dapat menerima materi pelajaran tersebut. Namun cara ini dianggap kurang efektif, biasanya lebih tepat menggunakan aplikasi tatap muka seperti contoh Zoom meet. Sehingga pendidik dapat mengetahui mana peserta didik yang benar-benar memperhatikan dan yang tinggal nama saja. Namun masih ada pula permasalahan yang terjadi yaitu pada jaringan internet ketika terjadi gangguan atau error sehingga proses pembelajaran menjadi terganggu.
Sedangkan media alat peraga merupakan alat perantara yang dapat menyalurkan materi pembelajaran sehingga merangsang pikiran, memiliki rasa kemauan, memiliki daya tarik sehingga dapat mendorong peserta didik untuk terciptanya proses pembelajaran dari peserta didik. Melihat dari kondisi nyata yang ada di SMAN 2 Pameksan, media pembelajaran sangat berguna bagi keberlangsungan proses pembelajaran, selain dapat menyalurkan materi juga dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Dan tentunya harus menyesuaikan media pembelajaran apa yang cocok digunakan pada mata pelajaran di sekolah ini.
Contohnya saja pada mata pelajaran Fisika pada sub bab inti atom dan gaya lorent, media pembelajaran yang cocok digunakan adalah berbasis TIK yakni dengan vidio pembelajaran yang bisa berupa animasi. Karena jika menggunakan media alat peraga sangat sulit dilakukan. Sedangkan pada sub bab yang lain bisa menggunakan media pembelajaran peraga yang digunakan untuk menunjukkan seri dan palarel. Gambar 01: Sebuah media pembelajaran yang digunakan untuk melihat seri dan palarel
2. Aplikasi Media Pembelajaran
Dalam Penggunaan media pembelajaran tentunya harus menggunakan konsep yang jelas dengan media tersebut dapat memberikan kontribusi yang diharapkan untuk kemajuan pembelajaran. Namun apabila media yang digunakan hanya memberikan pemahaman materi pelajaran bagi sebagain peserta didiknya maka yang harus diperbaharui bukanlah media pembelajarannya namun dari cara pendidik dalam menyampaikan materi tersebut berupa model pembelajaran tersebut. Adanya kepedulian pada pendidik untuk mengetahui apakah peserta didiknya paham atau tidak yang salah satu caranya adalah dengan menganalis teknik dengan intruksi yang sudah terprogramkan yakni pemberian tugas yang bisa mengembangkan pengetahuan dan pemahaman peserta didiknya dalam mata pelajaran tersebut.
Sehingga perlu di sadari, kontribusi paling utama dari pakar pendidikan adalah menitik beratkan pada pengembangan pembelajaran secara bertahap dengan membekali keterampilan khusus kepada para pendidik. Oleh karenanya, bagi seorang pendidik, diharapkan paham mengaplikasikan media pembelajaran yang digunakan bagi setiap tempat dan waktu.
3. Permasalahan di Lapangan
Dalam pembuatan media pembelajaran alat peraga biasanya dibuat oleh pendidik maupun peserta didik yang sebelumnya sudah dibentuk kelompok. Setiap media pembelajaran pasti mempunyai kelemahan contohnya saja jika media pembelajaran yang dibuat sendiri yakni bukan dari pabrik. Pada media yang digunakan yang dibuat oleh peserta didik, biasanya data yang di pahami tidak sama. Sedangkan media yang digunakan dibuat dari pabrik tentu akan sama rata bentuk dan cara pengaplikasiannya. Dan apabila sudah menggunakan media pembelajaran dari pabrik namun ada permasalahan maka kesalahannya pada penggunanya. Bisa karena posisi melihat medianya yang tidak tepat (tidak tegak lurus), bisa karena alatnya yang sudah rusak. dan lain sebagainya.
4. Solusi Atau Ide Gagasan Kreatif Penulis
Setelah melakukan kegiatan survey, ada hal menarik yang saya pahami dalam Pembelajaran Jarak Jauh. Seperti data yang didapat berdasarkan wawancara ini, PJJ menggunakan media pembelajaran berbasis TIK saja. Iya saya tahu, jika sedang pandemic covid’19 namun bukan berati pembelajaran hanya bergantung pada internet saja. Jarak bukan batasan untuk terus belajar dan berkreativitas. Menurut saya jika pembelajaran tidak hanya berpusat pada pembelajaan guru saja karena hal ini bisa membuat pasif keadaan kelas. Mungkin memang semua peserta didik mengikuti Zoom Meet atau vidio pembelajaran langsung namun apakah pendidik bisa memastikan jika apa yang disampaikan tersebut seluruh peserta didiknya memahami sesuai dengan apa yang dijelaskan?
Maka dari itu, baiknya, tidak hanya mengandalkan system ceramah, jangan hanya menggunakan teknologi sebagai penyaluran materi pembelajaran namun bagaimana caranya peserta didik juga tahu dan memahami secara pasti bentuk dan cara penggunaan media tersebut secara nyata kecuali jika memang media pembelajaran yang sulit dilakukan dalam alat peraga. Namun yang saya maksudkan di sini, sesederhana apapun alat peraga tersebut setidaknya peserta didik bisa mempraktikkannya secara nyata dengan salah satu caranya yakni membuat sendiri atau pun bergantian meminjam alat peraga yang mungkin saja ada di sekolah. Intinya, jangan hanya bergantung pada penjelasan yang berbumbu teori saja namun juga bisa mempraktikannya sebagai bentuk pemahaman peserta didik.
Berbekal kreatifitas menggunakan benda yang ada di sekeliling kita, maka akan menjadi sebuah media pembelajaran yang sederhana yang dapat dipergunakan oleh peserta didik, mungkin dengan inisiatif diri peserta didik atau pun dari suruhan pendidiknya. Misal pada alat peraga edukatif kincir angin sederhana yang memerlukan alat dan bahan yang sederhana saja seperti sandal bekas, sendok yang terbuat dari plastik, tusuk sate atau lidi, penggaris, botol bekas, cuuter atau silet, gunting, dan lem anti air. Tidak terlalu muluk-muluk, sederhana saja, yang penting tujuan dan manfaatnya bisa didapatkan. Selain mendorong kreativitas peserta didik juga proses pembelajaran akan terlaksana dengan baik. Adanya pemahaman tidak hanya didapat saat pembelajaran kelas berlangsung namun juga diperoleh melalui berbagai pengalaman, entah itu pengalaman bersifat langsung dan tidak langsung. Contohnya dengan mengamati objek yang hendak akan dipelajari, pengalaman tiruan dari alat peraga tiruan untuk memperoleh objek yang asli sukar didapat dipasaran, pengalaman melalui domonstrasi karena kegiatan seperti ini dilakukan dengan teknik penyampaian informasi melalui peragaan lalu peserta didik diminta untuk mendemostrasikan apa yang telah dipergakan tersebut sehingga mereka (peserta didik) memperoleh pengalaman kongkrit dan bisa juga dari pengalaman melalui televisi yakni film maupun radio yang tentunya memiliki kaitan dengan materi pembelajarannya sehingga memiliki keterkaitan dan akan lebih membekas pada ingatan karena sudah menyatu dengan apa yang dilihatnya itu.
5. Kebutuhan Media Pembelajaran
Memerlukan media pembelajaran yang bisa dipergunakan dengan efektif dan efisien artinya dapat memanfaatkan yang ada di lingkungaannya, tidak mahal, tidak sulit di dapatkna namun bisa dipergunakan sebagaimana manfaat dan fungsi media pembelajaran itu serta membutuhkan media pembelajaran dukungan yakni dari buatan pabrik dengan jumlah yang cukup dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan arahan pendidik untuk pemcapai pembelajaran.
6. Kesimpulan
Sukses tidaknya kegunaan media pembelajaran bukan hanya bergantung pada pendidik saja yaitu dari pengembangan model pembelajaran berupa menyampaian dengan konsep yang jelas pula, namun juga dari peserta didik untuk mempunyai kesadaran dalam diri mengenai materi tersebut jika memang ada yang tidak dipahami maka mencari jalan keluar dengan bertanya maupun mencari sumber lain yang tentunya harus empiris dan sesuai dengan fakta. Sehingga bisa mengindentifikasi judul dan memutuskan aspek yang bisa disajikan melalaui media di mana yang dapat digunakan. Dalam bentuk media yang lain, sehingga ada umpan balik dalam proses pembelajaran tersebut. Adanya media yang disebut tersebut bisa memberikan banyak pengalaman dalam pembelajaran yang tidak hanya melihat dan mendengarkan saja bagi peserta didik
Foto-Foto Dokumentasi Survey Kebutuhan di Lapangan
Oleh: Lisa Rahmawati Sufyan
Deskripsi temuan di lapangan:
1. Kondisi Nyata Media Pembelajaran dan Penggunaannya
Media pembelajaran yang diterapkan di SMAN 2 Pamekasan yakni TIK dan alat peraga. Kedua media tersebut digunakan sesuai dengan setiap mata pelajaran. Media TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) merupakan sebuah media penyampaian yang bisa membantu proses pembelajaran yang bisa dilakukan jika pendidik maupun peserta didik tersambung jaringan internet dan media ini biasanya digunakan pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yaitu berupa vidio, audio dan sejenisnya yang berisi tentang penjelasan materi. Terkadang pendidik mengirimkan vidio pembelajaran ke kelas online lalu peserta didik mengunduhnya untuk dapat menerima materi pelajaran tersebut. Namun cara ini dianggap kurang efektif, biasanya lebih tepat menggunakan aplikasi tatap muka seperti contoh Zoom meet. Sehingga pendidik dapat mengetahui mana peserta didik yang benar-benar memperhatikan dan yang tinggal nama saja. Namun masih ada pula permasalahan yang terjadi yaitu pada jaringan internet ketika terjadi gangguan atau error sehingga proses pembelajaran menjadi terganggu.
Sedangkan media alat peraga merupakan alat perantara yang dapat menyalurkan materi pembelajaran sehingga merangsang pikiran, memiliki rasa kemauan, memiliki daya tarik sehingga dapat mendorong peserta didik untuk terciptanya proses pembelajaran dari peserta didik. Melihat dari kondisi nyata yang ada di SMAN 2 Pameksan, media pembelajaran sangat berguna bagi keberlangsungan proses pembelajaran, selain dapat menyalurkan materi juga dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Dan tentunya harus menyesuaikan media pembelajaran apa yang cocok digunakan pada mata pelajaran di sekolah ini.
Contohnya saja pada mata pelajaran Fisika pada sub bab inti atom dan gaya lorent, media pembelajaran yang cocok digunakan adalah berbasis TIK yakni dengan vidio pembelajaran yang bisa berupa animasi. Karena jika menggunakan media alat peraga sangat sulit dilakukan. Sedangkan pada sub bab yang lain bisa menggunakan media pembelajaran peraga yang digunakan untuk menunjukkan seri dan palarel. Gambar 01: Sebuah media pembelajaran yang digunakan untuk melihat seri dan palarel
2. Aplikasi Media Pembelajaran
Dalam Penggunaan media pembelajaran tentunya harus menggunakan konsep yang jelas dengan media tersebut dapat memberikan kontribusi yang diharapkan untuk kemajuan pembelajaran. Namun apabila media yang digunakan hanya memberikan pemahaman materi pelajaran bagi sebagain peserta didiknya maka yang harus diperbaharui bukanlah media pembelajarannya namun dari cara pendidik dalam menyampaikan materi tersebut berupa model pembelajaran tersebut. Adanya kepedulian pada pendidik untuk mengetahui apakah peserta didiknya paham atau tidak yang salah satu caranya adalah dengan menganalis teknik dengan intruksi yang sudah terprogramkan yakni pemberian tugas yang bisa mengembangkan pengetahuan dan pemahaman peserta didiknya dalam mata pelajaran tersebut.
Sehingga perlu di sadari, kontribusi paling utama dari pakar pendidikan adalah menitik beratkan pada pengembangan pembelajaran secara bertahap dengan membekali keterampilan khusus kepada para pendidik. Oleh karenanya, bagi seorang pendidik, diharapkan paham mengaplikasikan media pembelajaran yang digunakan bagi setiap tempat dan waktu.
3. Permasalahan di Lapangan
Dalam pembuatan media pembelajaran alat peraga biasanya dibuat oleh pendidik maupun peserta didik yang sebelumnya sudah dibentuk kelompok. Setiap media pembelajaran pasti mempunyai kelemahan contohnya saja jika media pembelajaran yang dibuat sendiri yakni bukan dari pabrik. Pada media yang digunakan yang dibuat oleh peserta didik, biasanya data yang di pahami tidak sama. Sedangkan media yang digunakan dibuat dari pabrik tentu akan sama rata bentuk dan cara pengaplikasiannya. Dan apabila sudah menggunakan media pembelajaran dari pabrik namun ada permasalahan maka kesalahannya pada penggunanya. Bisa karena posisi melihat medianya yang tidak tepat (tidak tegak lurus), bisa karena alatnya yang sudah rusak. dan lain sebagainya.
4. Solusi Atau Ide Gagasan Kreatif Penulis
Setelah melakukan kegiatan survey, ada hal menarik yang saya pahami dalam Pembelajaran Jarak Jauh. Seperti data yang didapat berdasarkan wawancara ini, PJJ menggunakan media pembelajaran berbasis TIK saja. Iya saya tahu, jika sedang pandemic covid’19 namun bukan berati pembelajaran hanya bergantung pada internet saja. Jarak bukan batasan untuk terus belajar dan berkreativitas. Menurut saya jika pembelajaran tidak hanya berpusat pada pembelajaan guru saja karena hal ini bisa membuat pasif keadaan kelas. Mungkin memang semua peserta didik mengikuti Zoom Meet atau vidio pembelajaran langsung namun apakah pendidik bisa memastikan jika apa yang disampaikan tersebut seluruh peserta didiknya memahami sesuai dengan apa yang dijelaskan?
Maka dari itu, baiknya, tidak hanya mengandalkan system ceramah, jangan hanya menggunakan teknologi sebagai penyaluran materi pembelajaran namun bagaimana caranya peserta didik juga tahu dan memahami secara pasti bentuk dan cara penggunaan media tersebut secara nyata kecuali jika memang media pembelajaran yang sulit dilakukan dalam alat peraga. Namun yang saya maksudkan di sini, sesederhana apapun alat peraga tersebut setidaknya peserta didik bisa mempraktikkannya secara nyata dengan salah satu caranya yakni membuat sendiri atau pun bergantian meminjam alat peraga yang mungkin saja ada di sekolah. Intinya, jangan hanya bergantung pada penjelasan yang berbumbu teori saja namun juga bisa mempraktikannya sebagai bentuk pemahaman peserta didik.
Berbekal kreatifitas menggunakan benda yang ada di sekeliling kita, maka akan menjadi sebuah media pembelajaran yang sederhana yang dapat dipergunakan oleh peserta didik, mungkin dengan inisiatif diri peserta didik atau pun dari suruhan pendidiknya. Misal pada alat peraga edukatif kincir angin sederhana yang memerlukan alat dan bahan yang sederhana saja seperti sandal bekas, sendok yang terbuat dari plastik, tusuk sate atau lidi, penggaris, botol bekas, cuuter atau silet, gunting, dan lem anti air. Tidak terlalu muluk-muluk, sederhana saja, yang penting tujuan dan manfaatnya bisa didapatkan. Selain mendorong kreativitas peserta didik juga proses pembelajaran akan terlaksana dengan baik. Adanya pemahaman tidak hanya didapat saat pembelajaran kelas berlangsung namun juga diperoleh melalui berbagai pengalaman, entah itu pengalaman bersifat langsung dan tidak langsung. Contohnya dengan mengamati objek yang hendak akan dipelajari, pengalaman tiruan dari alat peraga tiruan untuk memperoleh objek yang asli sukar didapat dipasaran, pengalaman melalui domonstrasi karena kegiatan seperti ini dilakukan dengan teknik penyampaian informasi melalui peragaan lalu peserta didik diminta untuk mendemostrasikan apa yang telah dipergakan tersebut sehingga mereka (peserta didik) memperoleh pengalaman kongkrit dan bisa juga dari pengalaman melalui televisi yakni film maupun radio yang tentunya memiliki kaitan dengan materi pembelajarannya sehingga memiliki keterkaitan dan akan lebih membekas pada ingatan karena sudah menyatu dengan apa yang dilihatnya itu.
5. Kebutuhan Media Pembelajaran
Memerlukan media pembelajaran yang bisa dipergunakan dengan efektif dan efisien artinya dapat memanfaatkan yang ada di lingkungaannya, tidak mahal, tidak sulit di dapatkna namun bisa dipergunakan sebagaimana manfaat dan fungsi media pembelajaran itu serta membutuhkan media pembelajaran dukungan yakni dari buatan pabrik dengan jumlah yang cukup dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan arahan pendidik untuk pemcapai pembelajaran.
6. Kesimpulan
Sukses tidaknya kegunaan media pembelajaran bukan hanya bergantung pada pendidik saja yaitu dari pengembangan model pembelajaran berupa menyampaian dengan konsep yang jelas pula, namun juga dari peserta didik untuk mempunyai kesadaran dalam diri mengenai materi tersebut jika memang ada yang tidak dipahami maka mencari jalan keluar dengan bertanya maupun mencari sumber lain yang tentunya harus empiris dan sesuai dengan fakta. Sehingga bisa mengindentifikasi judul dan memutuskan aspek yang bisa disajikan melalaui media di mana yang dapat digunakan. Dalam bentuk media yang lain, sehingga ada umpan balik dalam proses pembelajaran tersebut. Adanya media yang disebut tersebut bisa memberikan banyak pengalaman dalam pembelajaran yang tidak hanya melihat dan mendengarkan saja bagi peserta didik
Foto-Foto Dokumentasi Survey Kebutuhan di Lapangan
Komentar
Posting Komentar